Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Surat Tilang Elektronik (ETLE) Sudah Di Berlakukan di Tol

Tilang Elektronik Mulai di Berlakukan

Pengertian Surat Tilang Biru

Dikutip dari halaman resmi Wuling Indonesia, seandainya pelanggar menjumpai surat tilang biru, maksudnya mereka mengiakan kekeliruan mereka ketika tertangkap operasi razia kendaraan. Dengan menjumpai surat tilang ini pengemudi yang teruji melanggar mampu langsung melunasikan kompensasi tilang dengan mengenakan sistem E-Tilang. Sebagai ilustrasi ketika tidak mengenakan sabuk pengaman serta pengemudi mengiakan kekeliruannya. 

Polisi hendak langsung memberikan surat tilang warna biru serta pelanggar mampu langsung melunasikan kompensasi. Tidak sedikit pula pengemudi yang lagi terburu buru, dapat memohon surat  tilang warna biru biar dapat langsung melunasikan kompensasi. Sementara itu, tahukah kamu surat tilang yang bercorak biru? bila belum tahu, selanjutnya ini saya hendak berikan penjelasannya.

Perbedaan Surat Tilang Warna Biru Serta Merah

Saat sebelum masuk ke ulasan mendasar, silakan mengamati perbedaan surat tilang biru serta merah. tiap-tiap aparat kepolisian rajin membawa 2 tipe surat tilang ini kala mau mengontrol lalu lintas. Jikalau tampak yang terperangkap melakukan pelanggaran, sehingga pengemudi hendak dikasihkan surat tilang.aparat pula hendak mengambil STNK maupun SIM selaku data apabila pengemudi lagi didapati permasalahan tilang.

Surat tilang umumnya memuat catatan informasi dari pengemudi, tipe dan posisi pelanggaran, dan juga tindakan berikutnya yang mesti dijalani. Semua data itu mesti memiliki di dalam surat tilang supaya pihak pengemudi juga mengerti pelanggaran yang dijalani serta prosedur selepas itu.tetapi, tampak  surat tilang biru serta merah, 

Apa Perbedaannya Surat Tilang Warna Biru Dengan Merah ?

Surat tilang merah dikenakan buat para pengemudi yang tengah merasa apabila dirinya melanggar. Contohnya, ketika pengemudi dijatuhi tilang gara-gara putar arah di titik yang tidak semestinya dengan pertanda plang, sehingga memiliki 2 opsi bisa diperoleh. Apakah pengemudi bersedia mengiakan kekeliruan maupun tidak? bila tidak mengiakan serta merasa dirinya sesuai, sehingga surat tilang merah yang hendak dikasihkan.

Surat bercorak merah ini hendak dibawa ke sidang tilang buat jadi  tanda jika  pengemudi mempunyai faktor apabila tidak bersalah. defensi  rasional dapat diutarakan oleh pengemudi pada hakim yang berdinas. Dari hasil defensi dalam sidang yang dijalani, hendak diputuskan berapa kompensasi buat  dibayarkan. Jadi pelanggar dapat langsung melunasi sanksi di sidang itu.

Diketahui kalau surat tilang yang bercorak biru dapat dikenakan dengan ketentuan  ini:

  • Sopir telah mengiakan kesalahan
  • Sopir lagi sibuk  maka  tidak dapat datang  ke sidang
  • Pengendara bersedia  langsung melunasi kompensasi sesuai  hukum yang resmi

Bila ketiga poin itu telah disetujui pihak pengemudi, sehingga aparat hendak langsung berikankan surat  tilang biru.

Surat tilang biru memanglah jauh lebih modern dibanding model warna merah gara-gara sudah mengenakan sistem e-tilang. Pengendara yang menjumpai surat tilang biru tidak mesti lagi tampak ke persidan gan. Mereka dapat langsung melunasi kompensasi pelanggaran ke bank yang ditunjuk oleh aparat.

Surat tilang biru memanglah jauh lebih efisien serta sangkil dibanding model merah. malahan masa sistem pengurusan permasalahan tilang ini sampai tuntas jadi lebih cepat. Buat seperti itu, kalau memanglah kamu mau menuntaskan permasalahan pelanggaran lalu lintas dengan cepat, seleksi surat  tilang biru.

ETLE

Jangka Waktu Petugas Mengirim Surat E-tilang

Dengan di tetapkannya menggunakan sistem e-tilang yang resmi, petugas memiliki waktu untuk mengirim verifikasi surat e-tilang tersebut dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 hari semenjak pelanggaran terjadi. Seandainya tidak memiliki sanggahan atau bantahan, maka kalian akan diberi waktu selama 7 hari untuk menyelesaikan proses pembayaran sanksi surat e-tilang tesebut.

Sanksi Bagi Pelanggar Yang Tidak Buru-buru Melunasi E-Tilang Di Jalan Tol

Terlihat hukuman yang telah menunggu untuk kamu yang tidak melunasi e-tilang maupun electronic traffic law enforcement (ETLE) dikarenakan telah melangar batasan kecepatan tertinggi/maksimum di jalan tol yaitu 100 km/jam. Polda Metro Jaya bakal memblokir Surat Tanda Nomor Kendaraan(STNK) para pelanggar.

Para pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar batasan kecepatan itu hendak dikenakan penalti  kompensasi dengan besaran optimal Rp 500.000. 

"Jika ia tidak melunasi kompensasinya, sehingga  STNK hendak diblokir. Jadi enggak dapat diapa-apain. kelak kala yang terlibat tukar pajak, sehingga  pajaknya hendak ditambahkan dengan kompensasi dari pelanggaran itu," ujar Dirlantas Polri “Kombes Pol Sambodo” pada pemberita, Selasa (5/4/2022).  

Mengenai perihal Polda Metro Jaya sudah menangani 128 pengemudi mobil yang melanggar batasan  kecepatan yang sangat tinggi di jalan  tol dengan mengenakan sistem e-tilang yang terpasang di ruas jalan. Untuk diketahui oleh masyarakat, Polda mulai melakukan sanksi tilang elektronik kepada para pelanggar lalu lintas dengan mengenakan sistem ETLE di ruas jalan tol pada hari Jumat kemarin. Tilang elektronik itu hendak terpesang baik para pengemudi yang melewati batasan maksimum kecepatan serta bawaan kendaraan di jalan tol.

"Pelanggaran batas kecepatan serta batasan muatan. Kedua tipe pelanggaran itu hendak dijalani  penindakan secara full (tilang) pada  1 April 2022," perkataan Sambodo. Sanksi tilang elektronik yang di tujukan kepada 2 pelanggaran di jalan  tol itu resmi sesudah  kepolisian menjalankan  sepanjang satu bulan terakhir, adalah semenjak 1-31 Maret 2022.  "saya laksanakan mulai dari bertepatan pada tanggal 1 hingga 31 Maret 2022. Surat tilang elektronik tersebut bakal di realisasikan ke lapangan berkasnya bakal dikirimkan via pos ke rumah pelanggar lalu lintas, namun tengah  memiliki tulisannya  ETLE," ujar  Sambodo.  Dalam penerapannya, ujar  Sambodo, sopir mobil hendak ditilang seandainya kecepatan  kendaraan nya melewati batasan  100 km per jam.

Sementara  itu, sopir yang melanggar batasan  bawaan hendak ditemukan oleh pengawasan yang sudah terpasang di jalan  tol.  Tentang hal ketentuan batasan kecepatan tertinggi resmi di 5 ruas jalan tol adalah jalur Tol Jakarta-Cikampek, jalur Tol Jakarta-Cikampek, jalur Tol Sedyatmo, jalur Tol Dalam Kota, serta jalur Tol Kunciran-Cengkareng.

Sementara itu, untuk menangani permasalahan kepada pelanggaran yang memuat di atas batasan bawaan/muatan kendaraan terkini terpasang di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) serta jalur Tol Jakarta-Tangerang.

Cara Kerja Sistem Tilang Elektronik ETLE

Bagaimana Cara Cek E-Tilang ( ETLE ) ?

Tilang elektronik (e-tilang) maupun ETLE di beberapa ruas jalan  tol mulai resmi 1 April 2022. seperti ini metode lihat tilang elektronik dengan cara  online.  Hari awal praktik, Polda Metro Jaya menangani 19 pengemudi mobil yang melanggar batasan  kecepatan  berkendara di jalan tol.

" Terlihat 19 pelanggaran overspeed pada  hari awal 1 April 2022," perkataan Kepala Subdit Penegakan  Hukum Direktorat Lalu  Lintas  Polda Metro Jaya AKBP Jamal, Sabtu (2/3). 

Pengendara yang terkam oleh e-tilang/tilang elektronik mesti membayar kompensasi selaku sanksi  pelanggaran yang sudah mereka lakukan. sesudah itu, macam mana metode melihat  tertimpa tilang elektronik maupun tidak?

Cara lihat tilang elektronik dengan cara  online  buat meyakinkan apakah kendaraan  tertimpa e-tilang maupun tidak, pengemudi dapat menjalankan lihat tilang elektronik dengan cara  online. seterusnya metode lihat status tilang elektronik dengan cara  online:  Menuju halaman resmi ETLE di https://etle-pmj.info/id/check-data. Seuai masuk ke halaman resminya ETLE, pelanggar diminta memasukkan nomor plat  kendaraan , nomor mesin, serta nomor lembaga serupa dengan STNK. 

Sesudah terisi seluruhnya, seleksi "periksa statistik", bila tidak memiliki pelanggaran, sehingga hendak timbul perkataan "No data available". Bila  memiliki pelanggaran, sehingga hendak timbul peringatan masa, posisi, status pelanggaran, dan juga jenis kendaraan.

Sanksi  tilang elektronik (ETLE) Direktur Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan mengatakan, sanksi  pelanggaran tilang eletronik mengarahkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas serta Angkutan Jalan . "Sanksi pelanggaran tilang elektronik disamakan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas serta Angkutan Jalan ," ujar  Aan, Jumat (1/4), diambil dari halaman NCTM Polri

Untuk pengemudi yang menerjang/melanggar di sehubungan batasan kecepatan, hendak dijerat Pasal  287. Sementara  kendaraan  pasta gigi dikenai Pasal 307 UU Nomor 22 Tahun 2009.  Sanksi yang dijatuhi untuk ke2nya berwujud pidana  kurungan paling lama 2 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp 500.000. Bila pengemudi yang tertilang desersi serta tidak membayar kompensasi, sehingga  STNK hendak cepat diblokir.

Selaku pemakai kendaraan bermotor di jalan raya mesti kesalahan menerjang batasan kecepatan lalu  lintas sering terjadi dan peraturan dalam berlalu lintas yang baik sudah diatur dalam Undang-Undang yang melingkupi pengemudi mesti mengenakan perlengkapan keamanan helm, membawa surat-surat  keseluruhan SIM serta STNK serta disiplin lalu lintas .

Bila melanggar, pengemudi hendak dikenakan sanksi berwujud tilang tindak langsung oleh anggota polisi. Dalam Undang-Undang, hukuman tilang untuk pelanggar lalu lintas hendak dikenakan hukuman  berwujud kompensasi maupun sanksi kurungan.

Sanksi tersebut bermacam-macam tipe pelanggarannya. Bila pengemudi kendaraan ditilang oleh aparat, akan dikasihkan semacam surat  tilang berwujud edisi kertas.

Di Indonesia, ada 2 tipe surat tilang adalah surat tilang bercorak biru dan surat tilang bercorak merah. dikutip dari halaman sah Auto2000, Surat tilang merah dikenakan buat para pengemudi yang tengah merasa apabila dirinya melanggar.

Contohnya, kala pengemudi dijatuhi tindak tilang langsung oleh anggota polisi gara-gara putar arah di titik yang tidak semestinya dengan pertanda plang, sehingga ada 2 preferensi dapat didapat. Apakah pengemudi bersedia mengiakan kesalahan maupun tidak? Jika tidak mengiakan dan merasa dirinya sesuai, sehingga surat tilang merah yang akan diberikan.

Surat bercorak merah ini akan dibawa ke sidang tilang guna jadi pertanda apabila pengemudi mempunyai faktor apabila tidak bersalah.defensi rasional dapat diutarakan oleh pengemudi pada ketua sidang yang bertugas.

Dari hasil defensi dalam sidang yang dijalani, akan diputuskan berapa kompensasi buat dibayarkan. Jadi pelanggar dapat langsung membayar kompensasi di sidang tersebut.

Surat Tilang Biru Beli Berapa? Ini Jawabannya

Dari bermacam tipe surat tilang, paling tidak ada dua surat tilang yang paling belum banyak dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Ada surat tilang bercorak biru dan merah. Setelah itu, surat tilang biru bayar berapa? buat lebih jelas, perhatikan reaksinya di dasar ini.

Daftar Kompensasi Surat Tilang Biru

Sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang telah disahkan oleh DPR pada 22 Juni 2009, ada 14 catatan pelanggaran tilang kendaraan bermotor yang diberikan surat tilang kepada pelanggar bercorak biru, yakni:

  1. Setiap pengemudi kendaraan bermotor yang tidak mempunyai SIM dipidana dengan pidana  kurungan paling lama 4 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp1 juta (Pasal  281)

  2. Setiap pengemudi kendaraan bermotor yang mempunyai SIM tetapi tidak mampu menunjukkannya ketika razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp250 ribu (Pasal  288 baris 2)

  3. Setiap pengemudi kendaraan bermotor yang tidak dipasangi isyarat Nomor Kendaraan dipidana  dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp500 ribu (Pasal  280)

  4. Setiap pengemudi sepeda motor yang tidak memadati persyaratan teknis dan pantas jalan  semacam spion, lampu mendasar, lampu rem, klakson, alat ukur kecepatan, dan knalpot dipidana  dengan pidana  kurungan paling lama 1 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp250 ribu (Pasal  285 baris 1)

  5. Setiap pengemudi mobil yang tidak memadati persyaratan teknis serupa spion, klakson, lampu mendasar, lampu mundur, lampu rem yang tidak sesuai standar, kaca depan terlalu gelap, bumper, dan penghapus/wipper kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp500 ribu (Pasal  285 baris 2)

  6. Setiap pengemudi mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan  berwujud ban usul, segitiga pengaman, tuil, pembuka jentera, dan perlengkapan sambung tangan awal pada musibah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp250 ribu (Pasal  278)

  7. Setiap pengemudi yang melanggar pancang lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp500 ribu (Pasal  287 baris 1)

  8. Setiap pengemudi yang melanggar aturan batasan kecepatan paling mahal maupun paling kecil dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp 500 ribu (Pasal  287 baris 5)

  9. Setiap pengemudi yang tidak dilengkapi Surat isyarat Nomor Kendaraan Bermotor maupun Surat isyarat Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp 500 ribu (Pasal  288 baris 1)

  10. Setiap sopir maupun penumpang yang bersimpuh di tepi sopir mobil tidak menggunakan sabuk keamanan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp 250 ribu (Pasal  289)

  11. Setiap pengemudi maupun penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar nasional dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp 250 ribu (Pasal  291 baris 1)

  12. Setiap orang yang mengepalai kendaraan bermotor di Jalan tanpa memarakkan lampu mendasar pada malam hari dan situasi  seperti ditujukan dalam Pasal 107 baris (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan maupun kompensasi paling banyak Rp250.000 (Pasal  293 baris 1)

  13. Setiap orang yang mengepalai sepeda motor di Jalan tanpa memarakkan lampu mendasar pada siang hari seperti ditujukan dalam Pasal 107 baris (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (5 patos) hari maupun kompensasi/keringanan paling banyak sebesar Rp100.000 (Pasal  293 baris 2)

  14. Setiap pengemudi sepeda motor yang akan berbelok maupun balik arah tanpa memberi isyarat  lampu dipidana kurungan paling lama 1 bulan maupun kompensasi paling banyak Rp 250 ribu (Pasal  294)

Cara Mengambil SIM Maupun STNK Ditahan Akibat Ditilang

Bagi pengemudi kendaraan bermotor yang dikenakan sanksi tilang, selanjutnya metode mengambil SIM maupun STNK ditahan di pengadilan  negeri.

Kasatlantas Polresta Bandar  Lampung, Komisaris Syouzarnanda awan berkata, metode metode mengambil SIM maupun STNK ditahan ataupun kendaraan bermotor ditahan, sungguhlah gampang. "Tidak kompleks dan tidak mengonsumsi masa lama, asal serupa dengan agenda yang didetetapkan," menyingkap Syouzarnanda awan, Selasa 9 April 2019.

Metode metode mengambil SIM maupun STNK ditahan dijalani  di pengadilan negeri. Sementara, metode mengambil kendaraan bermotor ditahan dijalani  di Polresta, dengan menyertakan surat klarifikasi dari pengadilan  negeri. "pemungutan tidak langsung, tetapi 7 hari sampai 14 hari sesudah tertimpa tilang. serta, itu sesudah mencontoh sistem di pengadilan negeri," ujar  Syouzarnanda awan menambahkan.

Waktu sistem sampai dua minggu, lanjut Nanda, karena dokumen surat tilang bersama SIM maupun STNK dilimpahkan ke pengadilan . Sebelum dilimpahkan, surat dokumen dikemas dulu buat  didata di Satlantas Polresta maupun Direktur Ditlantas Polda setempat. "setelah itu, dokumen surat tilang terkini  dikirim ke pengadilan ," ujarnya.

Cara Membayar Denda Tilang Elektronik atau E-Tilang ( ETLE ) Via Bank BRI

Setelah menerima surat denda e-tilang tersebut, Bagaimana cara mengurus serta bagaimana membayar e-tilang ini? Prosedur apa saja yang diperlukan saat akan melakukan pembayaran denda e-tilang yang katanya bisa dilakukan dengan bermacam cara atau langkah yang cukup mudah dan tidak ribet untuk diikuti, seperti pembayaran melalui teller petugas bank, mesin ATM yang tersedia di mana-mana, bisa juga melalui layanan mobile banking serta internet banking, dan juga dapat melakukan pembayaran melalui EDC. Perhatikan langkah-langkah cara membayar denda e-tilang online ataupun offline lengkap dan jelas via Bank BRI sebagai berikut ini:

Surat denda E-Tilang

Cara Mudah dan Cepat Membayar Denda E-Tilang Via Bank BRI

Setelah menerima surat denda  e-tilang tersebut jangan lupa meminta Nomer BRIVA kepada petugas penindak ya. Terus, Bagaimana cara mengurus serta bagaimana membayar e-tilang ini? 

Prosedur apa saja yang diperlukan saat akan melakukan pembayaran denda e-tilang yang katanya bisa dilakukan dengan bermacam cara atau langkah yang cukup mudah dan tidak ribet untuk diikuti, seperti pembayaran melalui teller petugas bank, mesin ATM yang tersedia di mana-mana, bisa juga melalui layanan mobile banking serta internet banking, dan dapat di lakukan transaksi via EDC. 

Perhatikan langkah-langkah cara membayar denda e-tilang online ataupun offline lengkap dan jelas via Bank BRI sebagai berikut ini:

1. Pembayaran via Teller Bank BRI

Cara membayar denda e-tilang via teller Bank BRI:

  1. Silahkan minta nomor antrian kepada petugas, dan lakukan transaksi setor tunai via teller Bank BRI.

  2. Isikan secara lengkap slip setoran tunai dengan memasukkan 15 digit angka nomor BRIVA pada kolom “ Nomor_Rekening ” dan sertakan besaran nominal titipan denda e-tilang pada formulir tersebut.

  3. Apabila sudah dipanggil oleh teller Bank sesuai nomor antrian, serahkan slip setoran beserta besaran nominal titipan denda e-tilang tersebut kepada teller BRI.

  4. Pihak Teller BRI akan memproses validasi transaksi denda e-tilang tersebut.

  5. Setelah diberikan slip bukti pembayaran tersebut, silahkan di simpan slip setoran tersebut sebagai bukti pembayaran bahwa Anda sudah menyelesaikan pembayaran denda e-tilang tersebut.

  6. Setelah memegang slip bukti pembayaran, Anda langsung menuju ke petugas yang nindak Anda dengan menyerahkan bukti slip pembayaran tersebut yang akan di tukar dengan barang yang di sita oleh petugas tersebut.

2. Via Mesin ATM BRI

Cara membayar denda e-tilang via ATM BRI:

  1. Siapkan kartu ATM BRI atau ATM Bersama dan masukkan ke mesin ATM.

  2. Silahkan tekan dengan memasukkan 6 digit nomor PIN yang diberikan oleh petugas penindak lalu lintas tersebut.

  3. Silahkan Tekan menu “ Transaksi Lain ”, setelah itu pilih “ Pembayaran ”, Tekan menu “ Lainnya ”, setelah itu pilih menu “ BRIVA ”.

  4. Silahkan Tekan Tombol dan masukkan 15 digit angka nomor BRIVA yang di berikan petugas ke menu konfirmasi pada layar.

  5. Sebelum menyelesaikan transaksi, pastikan terlebih dahulu seperti informasi jumlah pembayaran di pastikan tidak keliru, nomor BRIVA yang ada pada surat e-tilang, nama yang tercantuk pada surat denda e-tilang dan jumlah transaksi yang harus di bayarkan.


  6. Seteleh memasukkan nomor BRIVA dan menyelesaikan transaksi sesuai intruksi, silahkan di fotokopi struk bukti pembayaran dari ATM tersebut untuk bukti pembayaran yang sahdan perlu di simpan.

  7. Setelah menerima Struk Bukti Pembayaran dari ATM, silahkan bukti pembayaran asli diserahkan ke petugas penindak untuk di tukarkan dengan barang bukti seperti SIM mauoun STNK.

3. Via Mobile Banking BRI

Cara membayar denda e-tilang via mobile banking BRI:

  1. Silahkan siapkan aplikasi BRI Mobile Bangking, jika belum dapat unduh terlebih dahulu melalui Google Play Store. Jika sudah siap, lanjut untuk membayar denda e-tilang.

  2. Tekan dan pilihlah menu Mobile Banking BRI.

  3. Setelah itu akan di bawa ke menu “ Pembayar ”, Tekan menu “ BRIVA ”.

  4. Silahkan tekan angka untuk memasukkan 15 digit angka nomor BRIVA dan masukkan besaran nominal denda tersebut dan sesuaikan nominal pembayarannya sesuai jumlah denda di tambakan dengan jumlah titipannya jangan lupa ya..

  5. Tekan dan masukkan PIN Anda untuk menyelesaikan transaksi ini.

  6. Setelah selesai bertransaksi dan sudah menerima slip pembayaran denda e-tilang tersebut, silahkan simpan sebagai bukti kalau Anda sudah membayarkan denda e-tilang dan akan mendapatkan notifikasi SMS yang masuk pada handphone di pakai untuk bukti pembayaran.

  7. Silahkan bukti notifikasi SMS tersebut diberikan kepada petugas penindak untuk di tukarkan barang bukti yang disita oleh petugas.

4. Via Internet Banking BRI

Cara membayar denda e-tilang via internet banking BRI:

  1. Silahkan browsing menggunakan perangkat handphone dan masuk ke Situs Resmi Internet Banking BRI.

  2. Tekan menu Pembayaran Tagihan.

  3. Setelah masuk di menu “ Pembayaran ”, Tekan menu “ BRIVA ”.

  4. Makan akan di bawa ke kolom kode pembayar, silahkan masukkan 15 digit angka nomor BRIVA tersebut.

  5. Masuk di menu konfirmasi, pastikan isi sedetail mungkin mulai jumlah pembayaran, nomor BRIVA, nama yang tercantum pada surat denda e-tilang, dan total pembayaran beserta jumlah titipannya.

  6. Setelah itu Anda akan di suruh memasukkan password dan mToken, ( kalau belum tahu cara menggunakan mTokken bisa datang langsung ke customer service Bank BRI ) silahkan selesaikan transaksinya.

  7. Setelah selesai, silahkan cetak atau simpan bukti slip pembayaran denda e-tilang, setelah itu gunakan slip tersebut untuk tunjukkan ke petugas.

  8. Tunjukkan slip bukti pembayaran BRIVA tersebut ke petugas penindak untuk di tukar  dengan bukti barang yang disita petugas.

5. Via EDC BRI

Cara membayar denda e-tilang via EDC Bank BRI:

  1. Tekan menu Mini ATM.

  2. Setelah itu Tekan menu “ Pembayaran ”, Tekan menu “ BRIVA ”.

  3. Silahkan Gesekkan Kartu Debit BRI.

  4. Silahkan Tekan 15 digit  angka nomor BRIVA yang sesuai di berikan oleh petugas.

  5. Silahkan Tekan 6 digit PIN Anda untuk mensetujui transaksi ini.

  6. Silahkan di pastikan terlebih dahulu mulai memeriksa nomor BRIVA sudah sesuai, nama yang tercantum pada surat denda e-tilang beserta jumlah pembayarannya.

  7. Setelah selesai transaksi dan sudah menerima bukti slip pembayaran denda e-tilang tersebut, lalu fotokopi dulu slip bukti pembayarannya.

  8. Setelah itu silahkan menuju ke petugas penindak dengan menyertakan bukti slip bukti pembayaran ke petugas untuk di tukarkan dengan barang bukti yang di sitanya.

Apakah Bisa Slip Biru Dibayar di Pengadilan ?

Pembayaran kompensasi tilang elektronik (ETLE) dijalani di pengadilan negeri tentang hal besaran pembayaran kompensasi tilang serupa kisaran poin kompensasi, yang patut dibayarkan sesuai vonis pengadilan. "Pembayaran denda tilang langsung di pengadilan".


Post a Comment for "Surat Tilang Elektronik (ETLE) Sudah Di Berlakukan di Tol"