Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sakit Pinggang: Apakah Ini Pertanda Kanker Serviks?

Sakit Pinggang: Apakah ini Pertanda Kanker Serviks?

Apakah kamu pernah merasa sakit pinggang atau nyeri punggung? Jika ya, maka jangan sepelekan gejala tersebut. Meskipun sakit pinggang atau nyeri punggung bisa disebabkan banyak faktor, seperti kelebihan berat badan atau gaya hidup yang tidak sehat, tapi jika gejala tersebut disertai dengan tanda lainnya, maka bisa jadi ini merupakan pertanda adanya kanker.

Kanker merupakan penyakit yang serius dan dapat menyebar dengan cepat jika tidak segera diobati. Jadi, jika kamu mengalami sakit pinggang atau nyeri punggung yang tidak hilang-hilang atau disertai dengan tanda lainnya seperti kehilangan nafsu makan, lemah, atau demam, segeralah periksakan diri ke dokter. Tidak ada salahnya untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan bahwa kondisi kesehatanmu dalam keadaan baik.

Sakit Pinggang: Apakah Ini Pertanda Kanker Serviks?
Sakit Pinggang: Apakah ini Pertanda Kanker Serviks?

Sakit pinggang bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih mendasar. Menurut laman The Sun, Selasa, 3 Januari 2023, salah satu kemungkinan masalah yang dapat menyebabkan sakit pinggang adalah kanker serviks. Namun, ada juga kemungkinan sakit pinggang disebabkan oleh masalah lain seperti radang panggul, osteoarthritis, atau masalah pada tulang belakang.

Untuk mengetahui penyebab pastinya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Nyeri secara terus-menerus pada bagian punggung bawah, panggul, ataupun usus buntu bisa menjadi awal gejala kanker serviks, menurut National Health Service (NHS) di Inggris. Pernyataan dari Badan Amal Kanker Ginekologi di Inggris, Eve Appeal, menyatakan bahwa sekitar 3.200 perempuan diperkirakan menderita kanker serviks setiap tahunnya di negara Inggris.

Ini menunjukkan betapa pentingnya bagi perempuan untuk memeriksakan diri secara teratur dan segera menangani gejala yang mungkin muncul. Sebagai bagian dari upaya pencegahan, NHS menyarankan agar perempuan yang memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks, seperti perempuan yang tidak pernah mengikuti vaksinasi HPV atau yang memiliki riwayat kanker serviks dalam keluarga, untuk memeriksakan diri secara teratur.

Dengan demikian, diagnosis dapat dilakukan secepat mungkin dan pengobatan dapat segera dimulai untuk mengurangi risiko kematian akibat kanker serviks.

Hasil Penelitian oleh NHS England Mengenai Kanker Serviks

Menurut data yang diterbitkan oleh NHS England, hanya 67% perempuan Inggris yang memenuhi target skrining serviks mereka pada tahun 2019. Ini merupakan penurunan drastis dibandingkan dengan tahun 1995, saat lebih dari 80% perempuan di Inggris rutin melakukan cek pemeriksaan serviks secara teratur.

Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena mendeteksi kanker serviks pada tahap awal merupakan kunci untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dalam pengobatan. Dengan demikian, jumlah perempuan yang melewatkan skrining serviks dapat mengurangi kesempatan mereka untuk bertahan hidup.

Penyebab utama dari penurunan jumlah perempuan yang melakukan skrining serviks adalah kurangnya kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan ini. Banyak perempuan yang tidak tahu bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian perempuan di dunia, atau bahwa pemeriksaan serviks merupakan cara yang efektif untuk mendeteksi kanker ini pada tahap awal.

Untuk meningkatkan tingkat kehadiran perempuan dalam skrining serviks, diperlukan upaya sosialisasi yang lebih masif tentang pentingnya pemeriksaan ini. Selain itu, perlu adanya akses yang lebih mudah bagi perempuan untuk melakukan skrining, termasuk dengan menyediakan fasilitas skrining di tempat-tempat yang mudah di jangkau.

Kesimpulan Penelitian oleh NHS England

Dengan demikian, dengan memperkuat sosialisasi dan meningkatkan akses perempuan untuk melakukan skrining serviks, diharapkan jumlah perempuan yang memenuhi target skriningnya dapat kembali meningkat, sehingga kesempatan mereka untuk bertahan hidup dapat lebih terjaga.

Admin
Admin Direktur Kompas Jateng Update